
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dalam tren positif di kisaran 1.1705 selama sesi perdagangan Asia pada hari Senin(1/9). Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang terus melemahkan dolar AS (Greenback) terhadap euro (EUR).
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, dijadwalkan memberikan pidato pada hari Senin yang bisa memberikan petunjuk tambahan soal arah kebijakan moneter Eropa.
Faktor AS: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Juli sesuai ekspektasi:
Headline PCE: +2,6% YoY
Core PCE (tanpa makanan dan energi): +2,9% YoY
Meski inflasi masih tinggi, pelaku pasar justru meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan keterbukaan untuk pelonggaran kebijakan dalam pidatonya di Jackson Hole.
Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut pemangkasan suku bunga bisa "layak" jika pasar tenaga kerja terus melemah.
Probabilitas pemangkasan 25 bps pada rapat The Fed bulan September kini mendekati 89%, naik dari 85% sebelum rilis data PCE. (Sumber: CME FedWatch Tool)
Faktor Eropa: Ketegangan Geopolitik dan Pidato ECB
Ketegangan Rusia-Ukraina masih menjadi risiko utama bagi euro, karena menimbulkan ketidakpastian dan bisa memicu kenaikan harga energi di kawasan Euro.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan negara-negara Eropa sedang menyusun rencana "sangat rinci" untuk kemungkinan pengiriman militer ke Ukraina sebagai bagian dari jaminan keamanan pasca-konflik, yang didukung oleh AS.
Jika pidato Lagarde mengindikasikan kebijakan moneter ketat atau optimisme terhadap pemulihan ekonomi, EUR bisa menguat lebih lanjut. Sebaliknya, ketidakpastian geopolitik dapat menjadi faktor penekan.
EUR/USD saat ini ditopang oleh melemahnya USD akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Fokus pasar selanjutnya adalah pada pidato Lagarde dan data ketenagakerjaan AS pekan ini.
Risiko geopolitik dari konflik Rusia-Ukraina tetap menjadi ancaman bagi outlook euro. (azf)
Sumber: FXstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...